Pake knalpot “racing” terancam tilang 500ribu. wewwww…


Ane quote ya beritanya:


” Jakarta – Polda Metro Jaya terus menertibkan pengendara sepeda motor yang tidak sesuai dengan standarnya. Sekarang yang digembor-gemborkan lagi adalah motor yang masih menggunakan knalpot racing dan jika ditemukan pemotor itu akan ditilang.

Pernyataan itu diungkapkan langsung oleh Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono saat dihubungi detikOto, Jumat (13/12/2013).

“Motor juga yang pakai kanlpot racing akan kita tilang dan didensa Rp 500 ribu,” tegas Hindarsono.

Menurutnya, sepeda motor yang menggunakan knalpot racing itu bisa mengganggu kenyamanan pengendara atau masyarakat pada umumnya. Terkecuali knalpot yang sudah bawaan dari pabriknya.

“Lain cerita kalau seperti motor yang memang sudah pakai knalpot racing dari pabrikan. Yang kebanyak itu mereka kan ngebobok sendiri atau beli di toko-toko motor. Itu yang akan kita tilang,” katanya.

Menurut Hindarsono, kalau untuk motor-motor seperti Harley-Davidson dan motor-motor gede (moge) lainnya yang memang knalpot bawaan dari pabrikannya sudah berisik tidak akan ditilang.

“Itu memang sudah prosedurnya seperti itu. Di Amerika, Australi dan negara-negara lain saja memang seperti itu. Kalu disini (Indonesia) mau ditilang nanti dikira polisinya yang gila,” ujarnya sambil tertawa.

Belum lama ini, Polda Metro Jaya juga sudah melakukan razia dan berhasil menjaring 119 motor. Jumlah itu terdiri dari beberapa lokasi, diantaranya, Jalan Pramuka, Ancol, Jalan Panjang, Mampang, Buncit Raya, dan TMII.

“Untuk pasalnya 287 ayat 5 no.106 dengan kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu,” pungkasnya. ”

Tragis, pake knalpot racing kayanya setara dengan melanggar jalur busway, dan dengan ini menurut ane knalpot racing seolah menjadi barang haram!. selevel dengan narkoba.. (LEBAY) hahahaha.

Di next artikel di sebutkan, ukuran racing atau ga nya knalpot dari ukuran decibel nya.



Jakarta – Polda Metro Jaya menegaskan kalau motor yang menggunakan knalpot bersuara berisik atau yang biasa dikenal sebagai knalpot racing bakal ditilang. Masalahnya, kepolisian harus memiliki alat untuk mengukur desibel suara knalpot ketika bertindak dan tidak hanya menggunakan ‘feeling.’

Sebelumnya Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono menegaskan kalau motor yang pakai kanlpot racing akan mereka tilang dan didenda Rp 500 ribu.

Menurutnya, sepeda motor yang menggunakan knalpot racing itu bisa mengganggu kenyamanan pengendara atau masyarakat pada umumnya. Terkecuali knalpot yang sudah bawaan dari pabriknya seperti Harley-Davidson dan motor-motor gede (moge) lainnya yang memang knalpot bawaan dari pabrikannya sudah berisik tidak akan ditilang.

Ini, lanjutnya, memang sudah prosedur yang berlaku tidak hanya di Indonesia tapi juga di banyak negara. Belum lama ini, Polda Metro Jaya juga sudah melakukan razia dan berhasil menjaring 119 motor. Jumlah itu terdiri dari beberapa lokasi, diantaranya, Jalan Pramuka, Ancol, Jalan Panjang, Mampang, Buncit Raya, dan TMII.

Melihat fenomena penggunaan knalpot racing dikalangan pengendara motor, Edo Rusyanto yang merupakan Ketua Umum Road Safety Association menjelaskan kalau aturan terkait knalpot berisik memang sudah ada.

Terkait knalpot bersuara bising, rujukan aturannya adalah Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang mengancam sanksi bagi pengguna knalpot bising yakni pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Di satu sisi, ada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 07/2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru yang diteken Menneg LH Rachmat Witoelar pada 6 April 2009. Artinya, lebih dulu dua bulan sebelum UU No 22/2009 tentang LLAJ yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 22 Juni 2009.

Dalam Permen LH tersebut disebutkan bahwa batas ambang kebisingan sepeda motor terdiri atas, untuk tipe 80 cc ke bawah maksimal 85 desibel (db). Lalu, tipe 80-175cc maksimal 90 db dan 175cc ke atas maksimal 90 db.

Masalahnya, banyak aparat di lapangan tidak menggunakan alat pengukur desibel suara knalpot ketika menindak pengendara yang dicurigai dan hanya menggunakan ‘feeling’. “Nah, untuk itu, jika kemudian ada penegakan hukum di jalan raya, eloknya para petugas dilengkapi dengan alat ukur sehingga publik bisa memahami duduk persoalannya,” lugasnya.”

Dan kalau memang ukurannya hanya decibel, santai aja juragan, kan sekarang senalpod dah pake db killer, kalau kurang senyap, tambahin aja sekat di silincernya. Masih kurang senyap juga? Suruh tutup aja tuh pembuat senalpod racing, masa bikin senalpod racing yang senyap suaranya ga bisa.

Jadi perlu di ingat, ukuran knalpot itu racing atau ga, katanya dari suaranya saja ya.. Ane dah kopas nih artikel jangan sampe kalau di jalan ada razia yang bilang kenalpot selain ori (walaupun bersuara senyap) itu termasuk knalpot racing, tunjukin aja artikel ini.. Hehehe

Bukan begitu pak polisi? 😀

Sekian semoga bermanfaat.

Advertisements

10 comments on “Pake knalpot “racing” terancam tilang 500ribu. wewwww…

  1. harap di tilang juga pesawat tempur tni dan helikopter polri, klo lagi wara wiri suaranya bikin sakit telinga. jokowi pintar dan polri idiot, jokowi melarang topeng monyet dan monyetnya di beli, klo polisi melarang knapot bising maka knalpotnya??

  2. inj yg ga benar dan arogansi, klo knalpot bising mau di larang harus pukul rata dong..

    ” …..Pernyataan itu diungkapkan
    langsung oleh Kasubdit
    Penegakan Hukum Direktorat
    Lalu Lintas Polda Metro Jaya
    AKBP Hindarsono, kalau untuk
    motor-motor seperti Harley-
    Davidson dan motor-motor
    gede (moge) lainnya yang
    memang knalpot bawaan dari
    pabrikannya
    sudah berisik tidak akan
    ditilang.”Itu memang
    sudah prosedurnya seperti itu.
    Di Amerika,
    Australi dan negara-negara lain
    saja memang
    seperti itu. Kalu disini
    (Indonesia) mau
    ditilang nanti dikira polisinya
    yang gila,”
    ujarnya sambil tertawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s