Gir Belakang CBR 250R Goyang? Ganjal Aja Buat Sementahun

Halo agan-agan, kembali dengan artikel di awal tahun 2016 nih. Yang ringan-ringan aja biar ga pusing bikin artikelnya, hehehe.
Masalah gir goyang biasayanya terjadi pada sistem gir sproket ang menggunakan napgir maupun bosh gir. Nah kali ini ane mau bagi cara ngobatin gir goyang buat yang pake nap-gir, karena kebetulan pasiennya CBR 250R pake model ini. Sebenernya kalau model bebek sih tinggal ganti aja karet nap gir nya, murah dan mudah didapat. Masalah terjadi jika pada motor yang lumayan ribet soal spare part, sudah mah lumayan harganya, dapetinnya juga harus usaha lebih. Ini solusi buat yang mau hemat aja, toh tujuannya sama, mengobati gir goyang. Tak ada efek negatifnya kok.

Deteksi awalnya seperti ini:

image

Penyebab:

image

Kondisi motor yang sudah berumur, kena hentakan pindah gigi beribu kali, karet nap-gir ini lama-lama menipis. Solusi sementahun, ganjal aja karet gir nya.

Pembuatan ganjal, baiknya pake bahan yang soft tapi lebih rigid dari karet, seperti kertas paking, tembaga, atau alumunium. kebetulan saya pake kertas paking tebal 1mm.

image

Lebar kurang lebih 2cm.

image

Panjangnya sesuaikan aja dengan dimensi karet.

image

image

Next, setelah bahan pengganjal jadi,

image

Lipat bagian pengganjal tepat di tengah.

Kemudian, pasang pengganjal diantara karet gir dan dudukannya.

image

image

image

Selanjutnya pasang kembali nap gir, masuk diantara karet yang sudah di ganjal. Kemudian Coba gerak-gerakin gir, kalau sudah diam, berarti ok. kalau masih ada oblak, berarti pengganjal kurang tebal. Bikin lagi pengganjal yang lebih tebal dengan mengikuti step di atas.

Sekian, semoga bermanfaat.

Advertisements

[Trik] Sembunyikan Lampu Sein Belakang Tanpa Ribet

Biasanya untuk bagian belakang motor nih gan, banyak yang ganti seinnya dengan tujuan biar ga kesenggol, atau biar clean, atau buat variasi aja biar beda. Triknya banyak gan, terutama yang sudah lepas sepakbor belakang. Ada yang pasang lampu belakang 3in1, ganti body yang sudah ada seinnya, atau yang sederhana ganti lampu seinnya dengan yang mini. Pake lampu belakang 3in1 emang dapet kesan clean nya tapi buat motor ane yang ini nih, harganya agak kurang bersahabat. , jadi puter ganti opsi lain.

Sebelumnya ane pernah ganti pake sein biasa tapi imut, sein orinya di simpan biar awet, sukur2 beranak pinak. Tapi faktor clean nya kurang dapet, karena masih ada yang nonjol, dan trik sein kecil tetep ga bisa kalau sudah copot spakbor dan ogah lubangin bodi ori.

Mikir sekelebatan, dan buka internet, dapet juga nih calon lampunya, biasanya dipake buat mobil, buat drl, tapi lampu variasi aja sebutnya. bentuknya imut banget, hampir mirip baut malah, karena ada ulir dan murnya juga include dipaketnya. Penampakannya di bawah ini.

image

Cara pasangnya kalau di motor biar jadi lampu sein mudah, tinggal jadiin aja baut plat nomer belakang, aliran ane buat tipikal yang mau ribet sama polisi, jadi plat nomer wajib ada, toh bukan motor balap.

Begini kalau sudah nemplok di motor.

image

Tuh kan ga keliatan kan kalau itu lampu, sekilas hanya baut plat nomer, hehe. Bagian menyembunyikannya berhasil, lumayan, terus bagaimana dengan fungsinya?. Masih ok kok, jarak antara lampu sein dengan lampu belakang masih jauh, lagian nyala lampu mini ini juga terbilang terang, jelas banget, apalagi kalau malam.

image

Usahakan lubang plat nomernya geser ke paling jauh keluar, semaksimal lubang dudukan.

Harganya? sama aja dengan lampu sein mini biasa, atau lampu led tempel buat fairing depan. Murah meriah, tapi lumayan dapel feel clean nya, setidaknya menurut ane hehehehe.. Dan terakhir usahakan beli yang warna kuning atau orange ya gan kalau buat lampu sein, karena standar internasionalnya begitu.hehe

Gimana, Agan mau coba?

sekian, semoga bermanfaat..

Bank Angle Sensor Removal CBR 250R MC41

Bank angle sensor adalah salah satu sensor pengaman dalam system injeksi pada srpeda motor. Cara kerjanya adalah dengan mematikan system injeksi ketika sepeda motor mengalami kemiringan extreme, misal jatuh. Dengan matinya sistem injeksi pada saat sepeda motor jatuh diharapkan tidak terjadi hal yang tak diinginkan seperti kebakaran. Namun pada prakteknya kadang motor yang dipakai balap mengalami kemiringan extreme ketika menikung. Memang sih jarang banget bisa miring lebih dari 60 derajat, tapi bisa saja terjadi. Daripada pas nikung malah mesin mati, ya mau ga mau sensor ini harus di cabut.

image

Saya sendiri mencabut sensor ini hanya keperluan modifikasi saja. Karena lagi pengen lepas fairing dan pake lampu custom, dudukan bank angle sensor yang nemplok di lampu depan standar jadi hilang. Biar ga repot sementara dicabut dulu sensornya. hehehe.

Caranya gampang kok hanya dengan membypas/jumper jalur kabel yang menuju sensor. Seperti yang tertera pada gambar berikut.

image

Ini bagian yang akan di jumper. Pin 1 kabel warna kuning strip dan pin 2 kabel merah strip.

image

Penampakan setelah di jumper, pake kabel secukupnya saja. Kemudian wrap dengan selotip biar kuat dan aman.

Do with your own Risk ya.

Sekian semoga bermanfaat.

Image

Cek Scratch setelah pasang ForkBrace

beraawal dari sini, ternyata ada pertanyaan yang terpikiran sebeklumnya hahaha

berawal dari sini, ternyata ada pertanyaan yang terpikirkan sebelumnya 😀

Ternyata setelah ane share foto forkbrace bikinan ane di pesbuk ada temen ane yang tanya mengenai ada ga nya goresan setelah pasang forkbrace. Ga kaget sih, karena ane juga mikir hal itu sebelumnya. Jika proses pembuatan yang kurang rapih memang akan mengakibatkan hal-hal kecil seperti adanya goresan, susah di pasang dll. Sebisa mungkin hal ini bisa di minimalisir dengan analisis kegagalan. Mungkin sebagian dari agan-agan yang mampir kemari pernah denger ada yang namanya FMEA, dalam metoda tersebut di pelajari menngenai kemungkinan kegagalan sebelum kegagalan tersebut terjadi. Simplenya jadi peramal lah mungkin, cuman secara sistematis.

Dalam hal forkbrace, scracth akibat pemasangan bisa terjadi jika:

1. dimensi kurang pas, sehingga dalam pemasangan ada unsur pemaksaan yang akhirnya ada kekerasan pada permukaan yang bergesekan, jadilah scratch.

2. kekasaran permukaan hasil machining kurang diperhatikan, dimana kekasaran ini dalam bentuk range kerja. Jika hasil machinig kasar, walapun dimensi ok, akan di hasilkan scracth pada pasangan benda yang dibuat, dalam hal ini adalah bottom shocbreker.

upaya agar kedua hal tersebut bisa di minimalisir dengan cara:

1. menambahkan toleransi khusus pada dimensi yang di anggap krusial

2. menambahkan kekasaran permukaan minimal pada proses machining yang di pakai. misal machinig yang di pakai adalah milling, secara umum toleransi kekasaran permukaan hasil milling berada di kisaranN6- N8 atau gunung 2-3 atau Rz10-25, agar tercipta bidang kontak yang tidak saling melukai, ane pake toleranse khusus yaitu pake N6 atau gunung 3 atau Rz 10. Dengan ini di harapkan hasil bidang kontak yang tidak melukai pasangannya.. #halahhh

3. QC check tentunya, kalau ga masuk ukuran dan toleransi, ya NG, jangan di pake. hahahaha

Teorinya sih begitu, tapi ga asik kalau hanya teori kan? mari di cek hasil pemasangan forkbrace di cbr ane selama seminggu. biar gambar yang bicara. cekidot…

Kondisi setelah forkbrace di copot.

IMG-20140102-02147 IMG-20140102-02148 IMG-20140102-02149 IMG-20140102-02150

Ane ambil tisue dan pasta poles.

IMG-20140102-02161

berikut hasil setelah di poles.

IMG-20140102-02162 IMG-20140102-02163 IMG-20140102-02164 IMG-20140102-02165 IMG-20140102-02166 IMG-20140102-02167 IMG-20140102-02168 IMG-20140102-02169 IMG-20140102-02170

gimana? ada scratch kah? agan sendiri yang menyimpulkan.. hehehehe

sekian semoga bermanfaat.

O2 Sensor Manipulator, when manipulation is not always Suck!!

Yang namanya manipulasi, sama aja ngebohong, menyembunyikan sesuatu, mengutak-atik biar terlihat baik atau buruk. Kadang menyebalkan kan pastinya?

Tapi tidak dengan alat ini, memanipulasi adalah kerjaanya, tapi manfaatnya lumayan. Simple tapi berpengaruh. Ya begitulah. Wowoww-wowowww.. Hahahaha. Masih nyambung dengan cerita O2 sensor, yang kerjanya ngirim feedback ke ecu, nah feedback inilah yang di manipulasi. Di luaran manipulator ini sudah lama beredar. Walaupun tidak universal, tergantung dengan jenis o2 sensor yang di pake. Boleh dibilang manipulator o2 sensor ini merupakan salah satu bagian kecil dari piggyback yang beredar. Kenapa hanya bagian kecil? Karena hanya 1 sensor saja yang di manipulasi, sedangkan piggyback, dari beberapa sensor, makanya harganya juga ya gitu deh..

Ya sudah lah, mari di bahas manipulator ini. Di pasaran luar harganya tergantung jenis motor, dari yang ratusan ribu sampe jutaan. Untuk buatan dalam negeri, sudah ada 2 nih yang launching. Sebelumnya ada yang kirim mengenai manipulator ini lewat email, dari bro Benny, thanks mas bro.

Mari di nikmati poto-potonya.

controller.

controller.

source signal dari sensor O2.

source signal dari sensor O2.

Selanjutnya hari ini 8-mei-2013, rekan ane di bandung juga launching berikut penampakannya.

penampakan instalasi o2 sensor manipulator versi dari Abbys performance.

penampakan instalasi o2 sensor manipulator versi dari Abbys performance.

Boleh jadi ini akan banyak di pake untuk motor-motor yang sudah aplikasi sensor o2 di system injeksinya, terutama buatan honda. Karena tahu sendiri, injeksi buatan honda seolah di lock, ga bisa di setting2 kaya punya yamaha, yang masih bisa setting CO. Nah manipulator ini semacam alat buat setting CO itu lah kalau di yamaha. Dimana penambahan debit bensinnya bersifat linear atau fix, dari bawah sampe atas, penambahannya sama. Misal kalau di setting nambah 10% maka, dari bawah sampe atas debit bensin akan nambah 10%. Kurva standar tetep di pake. Jangan samakan dengan piggyback ya. Hehehehe. Harga juga bermain disini.

Semoga bermanfaat.