Mendeteksi Air Fuel Ratio CBR 250R menggunakan HiDS.


 

Pada alat ini bisa mendeteksi kinerja system injeksi motor honda, error code, reset ecu, dll. Pada saat test dicoba pada Honda CBR 250R MC41 2011. Alat ini juga bisa sebagai AFR meter, karena pada CBR 250R terdapat sensor O2. Voltase O2 sensor jika mendekati 0.2Volt maka campuran bbm+udara terlalu kering, jika mendekati 0.9Volt maka campuran bbm+udara terlalu basah.

 

Coba di test di CBR 250R dengan spek knalpot ABBYS LITE+Open cover box air filter. Cekidot Videonya.

 

Terlihat di video di atas, Voltase O2 sensor berubah-ubah, tergantung RPM mesin, hal ini idealnya tidak terjadi, harusnya campuran bbm+udara minimal konstan di setiap rentang RPM. Ini disebabkan karena mapping ECU standar yang lebih mengejar efisiensi BBM. Terlihat cukup lean dikisaran 3000RPM, tapi hanya sesaat, setelah itu ke atasnya malah terlihat agak mendekati 1volt yang berarti cukup ideal untuk mesin. Jika pun mengubah suplai bbm, ternyata hanya menambah sedikit saja di RPM bawah, kalau atasnya malah sudah cukup.

voltage o2 sensor vs lambda vs AFR

voltage o2 sensor vs lambda vs AFR

 

Memahami kenapa Settingan ECU standar di set lean di 3000RPM, selain karena mengejar efisiensi, juga karena untuk rentang pemakaian normal sebenarnya sangat jarang mesin bekerja di rentang RPM itu, normalnya sih pemakain di rentang 5oo0-800RPM. Kesimpulan sederhananya, dengan menggunakan Knalpot free flow full system Abbys Lite+Open air box cover, sudah sangat cukup untuk pemakaian harian, tidak perlu pasang Piggy Back.

 

Sekian semoga bermanfaat.

Advertisements

9 comments on “Mendeteksi Air Fuel Ratio CBR 250R menggunakan HiDS.

  1. udah pernah denger modul sensor o2 bro?
    saya baru pesen buat cbr nih…larinya bukan ke ECU cuma…ke sensor o2 nya..murah bgt harganya…

  2. modul saya dah terpasang bro…ternyata hasil riset cheetah power…recommended bro…tanpa potong kabel…
    jadi gini…rangkaian alat yg saya sebut modul o2 sensor ini datang dengan sudah keadaan siap pasang…sudah terangkai…diberikan semacam jumper yg nanti akan di pasang di pangkal o2 sensor..selain itu juga alat utamanya adalah kotak kecil mirip cdi yg berisi 4 buah saklar kombinasi (bisa 15 step kombinasi)…besarnya hanya separuh cdi motor pada umumnya…dari kotak saklar itu ada 2 buah kabel merah&hitam…kabel merah dihubungkan ke o2 sensor(melalui jumper) kabel hitam dihubungkan ke massa (bisa kutub – aki) …pemasangan tidak lebih dr 10 menit…karena setting modul dilakukan secara manual..saya mencoba step 8 dr 15 step yg tersedia..dan ternyata lgsg klop dengan knalpot freeflow…benar2 sangat terasa bedanya..tenaga bawah powerfull & nafas padat..tenaga tiap gear naik (shifting)..top speed jg naik…uniknya limiter juga geser di 11000 RPM…
    ada juga teman yg dr knalpot twobros Slip on+bazaz…dibanding arrow FS+modul…setelah di dyno tenaga tinggi yg pakai Fs+modul…

    nb:motor terasa nafas panjang di atas 5000 Rpm…di RPM6000 gear 6th dpt kecepatan 106 km/h…sebelumnya hanya dpt 100km/h…brrti mesin tidak tersiksa…
    sekian info dr saya..kalo njenengan ada email nanti saya kirim gambar modulnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s